Lompat ke konten

Lahirnya Gitar

Ikuti perjalanan gitar dari oud dan vihuela hingga gitar enam senar modern.

9 menit baca

Gitar tidak lahir dari satu penemu. Bentuknya berkembang sedikit demi sedikit selama ribuan tahun melalui berbagai alat musik petik dari banyak wilayah.

Leluhur dari timur

Nenek moyangnya adalah alat musik berdawai berleher dari Mesopotamia, ribuan tahun sebelum Masehi. Dari sana ia menyebar dan bercabang.

Cabang yang paling menentukan adalah oud dari dunia Arab: berbadan cembung, berleher pendek, tanpa fret. Ketika kekhalifahan Islam menguasai Semenanjung Iberia mulai abad ke-8, oud ikut masuk ke Eropa.

Kata "gitar" sendiri diperkirakan berakar dari bahasa Yunani kithara lewat bahasa Arab qitara — meski jalur persisnya masih diperdebatkan.

Vihuela dan pilihan Spanyol

Di Spanyol abad ke-16 muncul vihuela: badan rata, enam dawai ganda, dan yang terpenting, fret.

Fret adalah keputusan besar. Ia membuat nada jadi pasti dan berulang — mudah dipelajari, mudah diajarkan, mudah dimainkan bersama orang lain. Harganya adalah kebebasan: nada di antara fret menjadi sulit dijangkau, hal yang justru menjadi inti ekspresi pada oud dan alat musik tak berfret lain.

Setiap alat musik adalah kumpulan kompromi. Gitar memilih kepastian.

Dari lima menjadi enam

Gitar Barok berdawai lima pasang. Pada akhir abad ke-18, pasangan dawai disederhanakan menjadi dawai tunggal, dan jumlahnya menjadi enam.

Penyeteman yang menang adalah E–A–D–G–B–E. Susunan ini terlihat ganjil: lima interval kuart, lalu satu terts mayor antara senar G dan B yang seolah merusak keteraturan.

Justru terts itu kuncinya. Dengan penyeteman ini, bentuk akor dasar bisa dijangkau empat jari, dan tangga nada bisa dimainkan tanpa terlalu banyak berpindah posisi. Kuart semua akan lebih rapi secara logika, tapi lebih sulit dimainkan.

Ini kompromi antara keteraturan dan jangkauan tangan manusia — dan tangan manusia yang menang.

Klik fret untuk mendengar nadanya

E
B
G
D
A
E

Torres membuatnya bersuara

Pada pertengahan abad ke-19, pembuat gitar Spanyol Antonio de Torres Jurado memperbesar badan gitar dan menyempurnakan penyangga kipas di balik papan suara.

Hasilnya gitar yang jauh lebih nyaring dan berisi. Bentuk rancangan Torres menjadi acuan gitar klasik sampai hari ini — hampir semua gitar nilon modern adalah keturunan langsung rancangannya.

Baja, listrik, dan dunia

Awal abad ke-20, pembuat gitar Amerika mengganti dawai usus dengan dawai baja. Suaranya lebih keras dan terang, cocok menembus keramaian band dan panggung.

Lalu pada 1930-an datang pikap elektromagnetik, dan volume tidak lagi bergantung pada ukuran badan gitar. Gitar bisa dibuat padat, dan suaranya bisa dibentuk sesudah dawai berbunyi — distorsi, gaung, dan seluruh kosakata bunyi yang lahir sesudahnya.

Dari oud di Andalusia sampai gitar elektrik, pola perubahannya selalu sama: seseorang menghadapi keterbatasan alat, mengubah satu hal, dan alat itu berpindah tangan ke orang berikutnya.

Sarankan perbaikan materi ini

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.