Lompat ke konten

Glosarium Musik

Cari definisi singkat, lalu buka materi asalnya untuk membaca penjelasan lengkap.

112 istilah ditemukan

Akor diatonis
Teori
Tujuh akor yang tersusun hanya dari nada satu tangga nada. Di C mayor: C, Dm, Em, F, G, Am, Bdim.
Baca: Akor Diatonis
Akor pinjaman
Teori
Akor yang diambil dari tangga nada atau modus paralel untuk memberi warna sementara tanpa mengganti pusat nada dasar.
Baca: Modal Interchange
Akor pivot
Teori
Akor yang ada di dua nada dasar dan dipakai sebagai jembatan modulasi. Contohnya, Am adalah vi di C mayor dan ii di G mayor.
Baca: Modulasi
Altered dominant
Teori
Akor dominan dengan nada ke-5 atau ke-9 yang dinaikkan atau diturunkan untuk memperkuat tegangan menuju target.
Baca: Akor Altered
Analisis angka Romawi
Teori
Penulisan akor berdasarkan derajat tangga nada, seperti I, IV, dan V, sehingga fungsi progresi tetap terlihat di nada dasar mana pun.
Baca: Transposisi
Analisis berlapis
Teori
Cara membaca lagu dari bentuk besar, lalu ritme, harmoni, melodi, tekstur, dan detail permainan.
Baca: Cara Membaca Sebuah Lagu
Andrés Segovia
Tokoh
Gitaris Spanyol yang membantu menempatkan gitar klasik di panggung konser melalui transkripsi, repertoar baru, teknik, dan pengajaran.
Baca: Andrés Segovia
Antonio Vivaldi
Tokoh
Komponis dan pemain biola Barok yang memakai ritornello, kontras tekstur, dan gerak ritmis kuat untuk membangun konserto yang jelas.
Baca: Antonio Vivaldi
Apoy (Wali)
Tokoh
Gitaris dan penulis lagu Wali yang menempatkan gitar sebagai pendukung hook, lirik, dinamika, dan bentuk lagu populer yang mudah diingat.
Baca: Apoy (Wali)
Atonalitas
Sejarah
Cara menyusun musik tanpa menjadikan satu nada sebagai pusat tonal yang terasa paling stabil.
Baca: Musik Abad ke-20
B.B. King
Tokoh
Gitaris blues yang dikenal melalui frasa vokal, bending terukur, vibrato tangan kiri, dan penggunaan ruang di antara nada.
Baca: B.B. King
Backbeat
Sejarah
Aksen kuat pada ketukan kedua dan keempat, biasanya dimainkan oleh snare drum.
Baca: Lahirnya Rock
Balawan
Tokoh
Gitaris Bali yang dikenal melalui teknik touch tapping dua tangan serta perpaduan jazz fusion dengan ritme dan warna gamelan Bali.
Baca: Balawan
Basso continuo
Sejarah
Garis bas berkelanjutan dalam musik Barok. Pemain keyboard membaca angka di bawah not untuk menentukan akor yang dimainkan.
Baca: Barok dan Bach
Bentuk sonata
Sejarah
Bentuk musik yang mengenalkan dua tema, mengolahnya, lalu membawa keduanya kembali ke nada dasar awal.
Baca: Era Klasik
Bentuk verse–chorus
Teori
Struktur lagu yang bergantian antara bait dengan lirik yang berubah dan chorus yang biasanya kembali dengan lirik serta melodi yang sama.
Baca: Bentuk Lagu
Bill Evans
Tokoh
Pianis jazz Amerika yang mempopulerkan voicing tangan kiri tanpa root dan trio piano yang berdialog setara.
Baca: Bill Evans
Bintang Indrianto
Tokoh
Bassis dan produser Indonesia yang memadukan jazz, pop, dan musik etnik Nusantara.
Baca: Bintang Indrianto
Birama
Teori
Kelompok ketukan yang berulang. Angka 4/4 berarti empat ketukan per birama, dengan not seperempat sebagai satu ketukan.
Baca: Ritme dan Birama
Birama majemuk
Teori
Birama yang tiap ketukan utamanya terbagi menjadi tiga bagian. Dalam 6/8 terdapat dua ketukan utama, masing-masing berisi tiga not seperdelapan.
Baca: Subdivisi dan Ritme Lanjutan
Blues dua belas birama
Sejarah
Pola 12 birama yang memakai akor I, IV, dan V. Pola ini menjadi dasar banyak lagu blues, rock, dan musik populer.
Baca: Blues dan Jazz
Breakbeat
Sejarah
Bagian rekaman yang menonjolkan ritme drum. DJ hip-hop awal memperpanjang bagian ini dengan berpindah antara dua piringan.
Baca: Hip-hop dan Sampling
Bridge
Teori
Bagian kontras yang muncul untuk memberi perubahan sebelum lagu kembali ke bagian utama.
Baca: Bentuk Lagu
CAGED
Teori
Sistem fretboard yang menghubungkan lima bentuk akor terbuka C, A, G, E, dan D di seluruh leher gitar.
Baca: CAGED
Campursari
Sejarah
Musik populer yang mempertemukan unsur gamelan Jawa dengan instrumen dan susunan musik modern.
Baca: Musik Populer Indonesia Modern
Capo
Teori
Penjepit pada fret gitar yang menaikkan semua senar terbuka. Setiap kenaikan satu fret menaikkan bunyi satu semitone.
Baca: Transposisi
Chord–scale relationship
Teori
Hubungan pilihan tangga nada dengan chord tones, fungsi akor, dan konteks progresinya.
Baca: Relasi Akor–Tangga Nada
Claude Debussy
Tokoh
Komponis Prancis yang mengutamakan warna bunyi, tekstur, modus, tangga nada utuh, dan hubungan akor di luar pola tonal biasa.
Baca: Claude Debussy
Dangdut
Sejarah
Musik populer Indonesia yang memadukan unsur Melayu, India, Arab, dan kemudian berbagai gaya modern.
Baca: Keroncong dan Dangdut
Dewa Budjana
Tokoh
Gitaris dan komponis Indonesia yang menjalankan bahasa pop-rock bersama Gigi serta eksplorasi jazz fusion melalui karya solonya.
Baca: Dewa Budjana
Diminished seventh chord
Teori
Akor empat nada yang tersusun dari terts minor bertumpuk dan berulang secara simetris setiap tiga fret.
Baca: Akor Diminished
Dinamika dan artikulasi
Teori
Dinamika mengatur keras-lembut bunyi; artikulasi mengatur cara nada diserang, disambung, dipendekkan, atau ditahan.
Baca: Dinamika dan Artikulasi
Disonansi
Teori
Hubungan nada yang menghasilkan tegangan dan biasanya memperoleh arah melalui resolusi menuju kestabilan.
Baca: Konsonansi dan Disonansi
Django Reinhardt
Tokoh
Gitaris jazz kelahiran Belgia yang mengembangkan jazz manouche melalui permainan ritme akustik, improvisasi cepat, dan teknik tangan kiri yang khas.
Baca: Django Reinhardt
Dominan
Teori
Derajat kelima tangga nada. Bunyinya kuat dan biasanya mengarah kembali ke tonika.
Baca: Tangga Nada Mayor
Dominan mayor dalam minor
Teori
Akor V mayor yang dibuat dengan menaikkan derajat ketujuh tangga nada minor. Perubahan ini menghasilkan nada tuntun dan tarikan kuat menuju i.
Baca: Harmoni dalam Tangga Nada Minor
Dominan sekunder
Teori
Akor dominan dari nada dasar lain yang dipakai untuk menonjolkan akor tujuan sementara. Di C mayor, A7 sebelum Dm disebut V/ii.
Baca: Dominan Sekunder
Eddie Van Halen
Tokoh
Gitaris rock yang memopulerkan tapping dua tangan serta memadukan ritme kuat, harmonik, tremolo, dan eksperimen perangkat menjadi satu bahasa permainan.
Baca: Eddie Van Halen
Enharmonis
Teori
Dua nama berbeda untuk bunyi yang sama, misalnya C♯ dan D♭. Nama yang dipakai mengikuti konteks tangga nadanya.
Baca: Nama Nada
Fonograf
Sejarah
Salah satu mesin awal yang dapat merekam dan memutar kembali suara melalui alur pada media fisik.
Baca: Rekaman dan Radio
Frasa musik
Teori
Kelompok nada yang terasa seperti satu kalimat musik, biasanya memiliki arah dan titik berhenti yang jelas.
Baca: Melodi dan Motif
Frédéric Chopin
Tokoh
Komponis era Romantik yang memusatkan karya pada piano serta dikenal melalui melodi bernapas, rubato, harmoni kaya, dan bentuk miniatur.
Baca: Frédéric Chopin
Glenn Gould
Tokoh
Pianis Kanada yang terkenal lewat dua rekaman Goldberg Variations Bach dan pilihan meninggalkan panggung demi studio.
Baca: Glenn Gould
Harmoni kromatis
Teori
Pemakaian akor atau nada di luar key utama tanpa harus meninggalkan pusat tonal.
Baca: Harmoni Kromatis
Hook
Teori
Gagasan yang paling mudah diingat dalam lagu, dapat berupa melodi, riff, ritme, lirik, atau timbre.
Baca: Analisis Lagu Populer
Ian Antono
Tokoh
Gitaris God Bless yang berperan besar dalam pembentukan bahasa gitar rock Indonesia melalui riff, melodi, aransemen, dan produksi.
Baca: Ian Antono
Inversi akor
Teori
Susunan akor dengan nada selain nada dasar sebagai nada terendah. Jenis akornya tetap sama, tetapi warna dan gerak basnya berubah.
Baca: Inversi Akor
Jaco Pastorius
Tokoh
Bassis Amerika yang memelopori bass elektrik fretless, harmonik, dan melodi solo di Weather Report.
Baca: Jaco Pastorius
Jimi Hendrix
Tokoh
Gitaris rock yang menjadikan distorsi, feedback, wah, studio, dan kontrol bunyi sebagai bagian utama dari ekspresi gitar listrik.
Baca: Jimi Hendrix
Johann Sebastian Bach
Tokoh
Komponis Barok yang dikenal karena penguasaan kontrapung, fuga, musik gereja, serta karya instrumental seperti The Well-Tempered Clavier.
Baca: Johann Sebastian Bach
Kadens
Teori
Urutan akor di akhir frasa yang memberi rasa selesai atau menggantung. Contohnya V→I terasa sangat tuntas.
Baca: Progresi Akor
Kelompok tuts hitam
Teori
Pola dua dan tiga tuts hitam yang berulang di keyboard; C ada di kiri kelompok dua, F di kiri kelompok tiga.
Baca: Peta Tuts Piano
Keroncong
Sejarah
Musik populer Indonesia yang berkembang dari pertemuan tradisi lokal dengan alat musik petik yang dibawa melalui jalur Portugis.
Baca: Keroncong dan Dangdut
Kres (♯)
Teori
Menaikkan nada satu tingkat. Di gitar: maju satu fret; di piano: satu tuts ke kanan.
Baca: Nama Nada
Kromatisisme
Sejarah
Pemakaian banyak nada di luar tangga nada utama sehingga pusat nadanya terasa kabur atau terus bergerak.
Baca: Era Romantik
Kurva energi solo
Teori
Perjalanan intensitas solo dari pembukaan, pengembangan, klimaks, hingga penutup.
Baca: Analisis Solo Gitar
Lingkaran kuint
Teori
Peta 12 nada dasar yang disusun berdasarkan jarak kuint murni. Nada dasar yang bersebelahan punya banyak nada yang sama.
Baca: Lingkaran Kuint
Ludwig van Beethoven
Tokoh
Komponis yang memperluas bentuk Klasik dan membantu membuka jalan menuju ekspresi, skala, dan kebebasan era Romantik.
Baca: Ludwig van Beethoven
MIDI
Sejarah
Standar pesan digital untuk mengirim informasi nada, waktu, dan kontrol antarinstrumen elektronik tanpa mengirim rekaman suara.
Baca: Musik Elektronik dan Digital
Minimalisme
Sejarah
Pendekatan komposisi yang mengolah pola pendek melalui pengulangan dan perubahan kecil secara bertahap.
Baca: Musik Abad ke-20
Modulasi
Teori
Perpindahan nada dasar di tengah lagu hingga nada dasar baru terasa sebagai pusat musik.
Baca: Modulasi
Mol (♭)
Teori
Menurunkan nada satu tingkat. Di gitar: mundur satu fret; di piano: satu tuts ke kiri.
Baca: Nama Nada
Motif
Teori
Potongan melodi atau ritme pendek yang menjadi bahan dasar sebuah bagian musik dan dapat diulang atau diubah.
Baca: Melodi dan Motif
Musik independen
Sejarah
Cara memproduksi dan menyebarkan musik di luar kendali langsung label besar, sering dengan jaringan komunitas dan distribusi mandiri.
Baca: Musik Populer Indonesia Modern
Nada bersama
Teori
Nada yang dimiliki dua akor berurutan. Menahannya dapat membuat perpindahan akor terasa lebih halus.
Baca: Voice Leading
Nada dasar paralel
Teori
Dua tangga nada dengan nada dasar sama tetapi jenis berbeda, misalnya C mayor dan C minor.
Baca: Modal Interchange
Nada kromatis
Teori
Nada di luar tangga nada utama yang dipakai sebagai penghubung, pendekatan, atau warna.
Baca: Tangga Nada Kromatis
Nada lewat
Teori
Nada non-akor yang menghubungkan dua nada stabil dengan gerakan langkah ke arah yang sama.
Baca: Nada Non-Akor
Nada tensi
Teori
Nada ke-9, ke-11, dan ke-13 yang ditambahkan untuk memperkaya warna akor.
Baca: Tensi dan Voicing
Nada tetangga
Teori
Nada non-akor yang bergerak satu langkah dari nada stabil lalu kembali ke nada semula.
Baca: Nada Non-Akor
Nada tuntun
Teori
Derajat ketujuh yang berada satu semitone di bawah tonika dan memiliki tarikan kuat untuk naik menuju tonika.
Baca: Harmoni dalam Tangga Nada Minor
Nyanyian Gregorian
Sejarah
Nyanyian liturgi satu suara dalam tradisi gereja Barat. Melodinya dinyanyikan tanpa harmoni akor dan mengikuti alur teks.
Baca: Abad Pertengahan dan Renaisans
Orkestra klasik
Sejarah
Susunan kelompok gesek, tiup kayu, tiup logam, dan timpani yang menjadi lebih tetap pada era Klasik.
Baca: Era Klasik
Paranada
Teori
Lima garis horizontal tempat nada ditulis. Posisi not pada garis atau spasi menunjukkan tinggi nadanya.
Baca: Notasi Balok Dasar
Pelog
Sejarah
Laras gamelan dengan tujuh nada yang jaraknya tidak merata. Dalam satu gending, biasanya hanya sebagian nadanya yang dipakai sesuai pathet.
Baca: Gamelan Nusantara
Penjarian
Teori
Penomoran jari 1-5 dari ibu jari untuk menentukan jari mana menekan tuts mana, terutama saat ibu jari menyelip.
Baca: Penjarian Tangga Nada Piano
Polifoni
Sejarah
Musik yang memadukan beberapa jalur melodi mandiri pada saat yang sama.
Baca: Abad Pertengahan dan Renaisans
Power chord
Sejarah
Akor yang hanya memakai nada dasar dan kuint, tanpa terts. Karena tidak mayor atau minor, bunyinya tetap jelas saat memakai distorsi.
Baca: Lahirnya Rock
Pusat tonal
Teori
Nada atau akor yang paling stabil dan menjadi tujuan pola resolusi sebuah lagu.
Baca: Mencari Key Sebuah Lagu
Radio musik
Sejarah
Penyiaran suara yang membuat pertunjukan dan rekaman dapat didengar banyak orang secara serentak dari tempat berbeda.
Baca: Rekaman dan Radio
Rapsodia Nusantara
Tokoh
Seri komposisi piano Ananda Sukarlan yang mengolah lagu daerah Indonesia dengan teknik virtuoso klasik.
Baca: Ananda Sukarlan
Reharmonisasi
Teori
Pemberian rangkaian akor baru pada melodi yang sama dengan tetap menghormati nada strukturalnya.
Baca: Reharmonisasi
Ritme harmonis
Teori
Laju pergantian akor dalam waktu, misalnya satu akor per birama atau dua akor per birama.
Baca: Ritme Harmonis
Sampling
Sejarah
Pemakaian potongan rekaman sebagai bahan untuk menyusun karya baru, sering melalui pengulangan, pemotongan, atau perubahan nada.
Baca: Hip-hop dan Sampling
Sasando
Sejarah
Alat musik petik dari Pulau Rote dengan tabung bambu dan resonator berbentuk kipas dari daun lontar.
Baca: Ragam Musik Nusantara
Sel ritmis
Teori
Pola ritme pendek yang diulang atau divariasikan dan menjadi inti identitas sebuah riff.
Baca: Analisis Riff Gitar
Setelan re-entrant
Teori
Setelan senar yang tidak urut dari rendah ke tinggi; di ukulele G C E A, senar G disetel satu oktaf lebih tinggi.
Baca: Akor Dasar Ukulele
Sinkopasi
Teori
Aksen yang muncul di antara atau di luar ketukan utama. Sinkopasi banyak dipakai dalam funk, reggae, dan gitar ritem pop.
Baca: Ritme dan Birama
Slash chord
Teori
Penulisan akor dan nada bas yang dipisahkan garis miring. C/E berarti akor C dengan E sebagai nada terendah.
Baca: Inversi Akor
Slendro
Sejarah
Laras gamelan dengan lima nada yang jaraknya relatif merata.
Baca: Gamelan Nusantara
Subdivisi
Teori
Pembagian satu ketukan menjadi bagian yang lebih kecil dan sama rata, misalnya dua not seperdelapan atau empat not seperenambelas.
Baca: Subdivisi dan Ritme Lanjutan
Substitusi akor
Teori
Penggantian akor dengan akor lain berdasarkan fungsi, nada bersama, atau jalur bass yang serupa.
Baca: Substitusi Akor
Subtonika
Teori
Derajat ketujuh yang berada satu nada penuh di bawah tonika. Tarikannya lebih lemah daripada nada tuntun dan membentuk akor VII dalam minor asli.
Baca: Harmoni dalam Tangga Nada Minor
Suspensi
Teori
Nada dari akor sebelumnya yang ditahan saat akor berubah, menjadi tegang, lalu bergerak langkah menuju nada akor baru.
Baca: Nada Non-Akor
Swing
Sejarah
Cara memainkan dua bagian ketukan dengan panjang yang tidak sama. Bagian pertama biasanya terasa lebih panjang daripada bagian kedua.
Baca: Blues dan Jazz
Synthesizer
Sejarah
Alat elektronik yang membentuk bunyi dari sinyal listrik, bukan hanya merekam bunyi akustik yang sudah ada.
Baca: Musik Elektronik dan Digital
Talempong
Sejarah
Perangkat gong kecil berpencu dari Minangkabau yang memainkan pola saling mengisi dalam berbagai upacara dan pertunjukan.
Baca: Ragam Musik Nusantara
Tanda mula
Teori
Kumpulan kres atau mol di awal paranada yang berlaku sepanjang bagian musik dan menunjukkan nada dasar yang dipakai.
Baca: Notasi Balok Dasar
Target chord tone
Teori
Nada akor yang dipilih sebagai titik tiba melodi, terutama saat harmoni berganti atau pada ketukan kuat.
Baca: Melodi di atas Chord Progression
Temperamen baik
Sejarah
Sistem penyeteman yang memungkinkan semua nada dasar dimainkan. Setiap nada dasar masih punya warna yang sedikit berbeda.
Baca: Barok dan Bach
Tohpati
Tokoh
Gitaris, komponis, dan penata musik Indonesia yang memadukan jazz fusion, groove, serta unsur musik tradisional dalam berbagai kelompoknya.
Baca: Tohpati
Tonal center
Teori
Nada yang terasa sebagai pusat gravitasi atau tempat pulang sebuah bagian musik.
Baca: Key dan Tonal Center
Tonika
Teori
Derajat pertama tangga nada dan pusat dari sebuah nada dasar. Melodi biasanya terasa selesai saat kembali ke tonika.
Baca: Tangga Nada Mayor
Transposisi
Teori
Pemindahan seluruh nada musik dengan jarak yang sama sehingga nada dasarnya berubah tetapi hubungan interval dan bentuk musiknya tetap.
Baca: Transposisi
Triplet
Teori
Pembagian satu ketukan menjadi tiga bagian sama rata pada tempat yang biasanya diisi dua bagian.
Baca: Subdivisi dan Ritme Lanjutan
Tritone substitution
Teori
Penggantian dominant seventh dengan dominant seventh lain yang root-nya berjarak tritone dan berbagi guide tones.
Baca: Substitusi Tritone
Virtuoso
Sejarah
Pemain dengan kemampuan teknis luar biasa yang menjadi daya tarik utama sebuah pertunjukan.
Baca: Era Romantik
Voice leading
Teori
Cara menggerakkan setiap nada dari satu akor ke akor berikutnya agar perpindahannya terdengar jelas dan mulus.
Baca: Voice Leading
Voicing
Teori
Cara memilih susunan nada dan oktaf dalam sebuah akor. Voicing yang berbeda bisa membuat akor yang sama terdengar lebih ringan atau lebih penuh.
Baca: Tensi dan Voicing
Walking bass
Teori
Garis bass satu nada per ketukan yang berjalan dari root ke root lewat nada tangga nada atau kromatis.
Baca: Root dan Kuint di Bass
Wes Montgomery
Tokoh
Gitaris jazz Amerika yang dikenal karena memetik dengan ibu jari, memainkan melodi dalam oktaf, dan mengembangkan solo dari nada tunggal menuju akor.
Baca: Wes Montgomery
Wolfgang Amadeus Mozart
Tokoh
Komponis era Klasik yang menulis simfoni, konserto, musik kamar, dan opera dengan perpaduan bentuk jernih serta karakter dramatis.
Baca: Wolfgang Amadeus Mozart