Era Klasik
Lihat bagaimana musik Klasik mengejar bentuk yang jernih dan seimbang.
10 menit baca
Akan lebih mudah jika kamu membaca: Barok dan Bach
Bandingkan sebuah fuga Bach dengan sonata Mozart. Musik Mozart biasanya terasa lebih ringan dan mudah diikuti. Perbedaan itu menjadi salah satu ciri peralihan dari era Barok ke era Klasik.
Generasi sesudah Bach memandang musiknya rumit dan berat. Mereka menginginkan sesuatu yang bisa langsung ditangkap saat pertama kali didengar.
Melodi di atas iringan
Barok menganyam beberapa melodi mandiri secara bersamaan. Era Klasik, kira-kira 1750 sampai 1820, memilih susunan lain: satu melodi jelas di depan, iringan di belakang.
Pendengar tidak perlu lagi mengikuti tiga garis sekaligus. Ada satu hal untuk diikuti, dan sisanya menopangnya.
Kalimat musiknya juga ditata seimbang — sering empat birama bertanya, empat birama menjawab. Struktur ini terasa akrab karena tidak pernah benar-benar ditinggalkan; lagu pop hari ini masih memakainya.
Bentuk sonata
Warisan struktural terbesar era ini adalah bentuk sonata, kerangka satu gerakan dalam tiga tahap:
Paparan. Tema pertama muncul di nada dasar. Lalu musik berpindah ke nada dasar lain — biasanya kuint di atasnya — dan tema kedua muncul di sana.
Pengembangan. Bahan tadi dipecah, dipindah-pindah nada dasar, dijauhkan dari rumah. Bagian paling tidak stabil, dan biasanya paling menarik.
Rekapitulasi. Kedua tema kembali — tapi kini keduanya di nada dasar awal. Ketegangan yang dibuka oleh perpindahan tadi ditutup.
Yang menggerakkan seluruh bentuk itu bukan melodi, melainkan jarak antar nada dasar. Pergi jauh, lalu pulang. Kalau kamu sudah membaca materi modulasi, inilah penggunaannya dalam skala besar.
Orkestra menjadi tetap
Di era Barok, kelompok pemain berubah-ubah menurut apa yang tersedia. Komponis menulis untuk siapa pun yang ada di kota itu.
Era Klasik mengeraskannya menjadi orkestra klasik: gesek sebagai inti, tiup kayu berpasangan, tiup logam, dan timpani. Susunan yang cukup baku sehingga sebuah karya bisa dikirim ke kota lain dan tetap bisa dimainkan.
Basso continuo pun perlahan hilang. Akor tidak lagi diserahkan kepada pemain keyboard untuk diisi spontan — komponis menuliskan sendiri nada mana yang dimainkan alat mana. Kontrol berpindah dari panggung ke meja tulis.
Siapa yang membayar
Perubahan ini punya sebab yang bukan musikal.
Haydn menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pegawai keluarga Esterházy — menulis atas permintaan, memakai seragam, untuk satu majikan. Beethoven, satu generasi setelahnya, hidup dari beberapa penyokong sekaligus, penerbitan partitur, konser berbayar, dan murid.
Ketika penonton adalah orang kota yang membeli tiket, bukan bangsawan yang menggaji, musik yang ditulis ikut berubah. Ia harus menarik sejak awal, dan tidak menuntut latar belakang yang hanya dimiliki kalangan tertentu.
Kejernihan sebagai pilihan
Era Klasik sering digambarkan sebagai musik yang tertib dan seimbang. Gambaran itu benar, asalkan tidak dibaca sebagai kemajuan.
Barok tidak kurang canggih. Ia hanya menghargai hal lain: kerapatan, jalinan, kemampuan mengikuti banyak garis sekaligus. Era Klasik menukar kerapatan itu dengan kejernihan.
Setiap zaman membuang sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Dan tak lama kemudian, generasi berikutnya akan menganggap kejernihan ini terlalu dingin.
Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.
Komentar
Masuk untuk membaca dan menulis komentar.