Lompat ke konten

Musik Elektronik dan Digital

Telusuri perubahan dari pita magnetik dan synthesizer menuju MIDI, DAW, dan streaming.

12 menit baca

Akan lebih mudah jika kamu membaca: Rekaman dan Radio, Musik Abad ke-20

Teknologi rekaman awal menyimpan pertunjukan. Teknologi elektronik kemudian melangkah lebih jauh: alatnya ikut menciptakan bunyi yang belum pernah ada di ruangan. Dari pita magnetik sampai laptop, studio berubah dari tempat mencatat musik menjadi salah satu instrumen utama musik itu sendiri.

Pita menjadi bahan komposisi

Pita magnetik memungkinkan rekaman dipotong, disambung, dibalik, dan diputar dengan kecepatan berbeda. Komponis dapat menyusun karya dari suara kereta, percakapan, instrumen, atau bunyi sehari-hari tanpa harus menuliskannya sebagai not untuk pemain.

Teknik ini memperkenalkan gagasan penting: bunyi yang sudah direkam dapat diperlakukan sebagai benda. Ia dapat dipindahkan, diulang, dan diubah setelah sumber aslinya berhenti berbunyi.

Synthesizer membangun suara

Synthesizer tidak hanya memutar rekaman. Ia menghasilkan sinyal lalu membentuk warna bunyinya dengan osilator, filter, amplop, dan modulasi. Perangkat awal berukuran besar, tetapi instrumen yang lebih kecil akhirnya masuk ke studio, panggung rock, disko, pop, dan musik film.

Tidak ada satu "suara synthesizer". Alat yang sama dapat membuat bas, pad, perkusi, tiruan instrumen, atau warna yang sama sekali tidak akustik. Cara memprogram bunyi menjadi keterampilan musikal baru.

MIDI memisahkan perintah dari suara

Pada 1980-an, MIDI memberi bahasa bersama bagi alat elektronik. Pesan MIDI dapat mengatakan nada apa yang dimainkan, kapan dimulai, seberapa kuat, dan kapan berhenti. Pesan itu bukan audio, sehingga satu permainan dapat diarahkan ke bunyi piano, drum machine, atau synthesizer lain tanpa direkam ulang.

Sequencer lalu memudahkan musisi menyusun, menyalin, dan memperbaiki pola. Ketepatan ini membuka kemungkinan baru, tetapi juga melahirkan kebutuhan untuk menambahkan kembali variasi waktu dan dinamika agar permainan tidak terasa kaku.

Studio masuk ke komputer

Digital audio workstation atau DAW menyatukan perekam multijalur, penyunting, efek, sampler, dan sequencer dalam komputer. Produksi yang dulu membutuhkan studio mahal dapat dilakukan dengan perangkat yang jauh lebih terjangkau.

Distribusi ikut berubah. Berkas digital, unduhan, lalu streaming melepaskan musik dari media fisik. Hambatan menerbitkan musik turun, tetapi persaingan untuk mendapat perhatian naik. Teknologi kembali bukan sekadar wadah: ia mengubah bunyi, cara bekerja, bentuk lagu, dan hubungan musisi dengan pendengar.

Sarankan perbaikan materi ini

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.