Lompat ke konten

Progresi Akor

Pahami fungsi akor dan alasan progresi tertentu terasa selesai.

14 menit baca

Akan lebih mudah jika kamu membaca: Akor Diatonis

Satu akor baru terasa fungsinya ketika ditempatkan di antara akor lain. Urutan perpindahan itulah yang disebut progresi akor.

Ketegangan dan pelepasan

Akor V mengandung nada yang cuma berjarak satu semitone dari nada dasar tangga nada. Telinga mendengar jarak sedekat itu sebagai tarikan. Ketika V berpindah ke I, tarikan itu terselesaikan.

Akor G7

E
B
G
D
A
E

Akor C

E
B
G
D
A
E

Bunyikan G7, biarkan sebentar, lalu C. Itulah mesin di balik hampir semua musik tonal: bangun ketegangan, lepaskan.

Kadens

Pasangan akor di akhir frasa, penentu rasa selesai:

V → I (otentik) — selesai penuh. Titik di akhir kalimat.

IV → I (plagal) — selesai lebih lembut, tanpa tarikan nada tuntun. Dikenal sebagai kadens "amin" karena dipakai di akhir himne.

V → vi (tipuan) — telinga sudah bersiap pulang ke I, lalu dibelokkan ke akor minor. Bukan akhir; koma yang menyamar sebagai titik.

… → V (setengah) — berhenti di ketegangan, tidak diselesaikan. Tanda tanya. Dipakai di akhir bait untuk menggantung menuju bait berikutnya.

Pola yang berulang di mana-mana

I-V-vi-IV — ribuan lagu populer. Di C: C, G, Am, F.

ii-V-I — tulang punggung jazz. Di C: Dm, G, C. Ketiganya berurutan di lingkaran kuint, jadi tiap akor seolah menjatuhkan diri ke berikutnya.

I-vi-IV-V — doo-wop tahun 50-an.

vi-IV-I-V — akor yang sama persis dengan pola pertama, dimulai dari titik berbeda. Terdengar jauh lebih murung meski tidak ada satu nada pun yang berbeda. Yang berubah hanya akor mana yang terdengar lebih dulu, dan karenanya akor mana yang telinga anggap sebagai rumah.

Akor Am

E
B
G
D
A
E

Halaman latihan progresi memutar pola-pola ini di nada dasar mana pun, lengkap dengan tangga nada yang cocok di papan fret. Dengar dulu di sana, baru baca namanya lagi di sini.

Bas yang berjalan

Sebagian progresi terasa mengalir bukan karena akornya, tapi karena nada basnya bergerak selangkah demi selangkah.

C → G/B → Am adalah I-V-vi biasa, hanya dengan G dibalik sehingga basnya jatuh di B. Hasilnya bas turun C-B-A, tiga nada bertetangga. Telinga mengikuti garis turun itu dan seluruh perpindahan terasa halus.

Ini salah satu penggunaan paling umum pembalikan akor: bukan untuk mengubah akornya, tapi untuk memuluskan jalan basnya.

Yang membuatnya menarik

Progresi yang seluruhnya memenuhi harapan terdengar hambar. Yang seluruhnya melanggar terdengar acak.

Yang menarik hampir selalu menepati harapan, lalu sesekali membelok — kadens tipuan di tempat pendengar menunggu penyelesaian, satu akor minor yang tiba-tiba mayor, bas yang terus turun saat akornya naik.

Harapan itu sendiri yang jadi bahan bakunya. Tanpa pola yang sudah dikenal telinga, tidak ada yang bisa dikejutkan.

Sarankan perbaikan materi ini

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.