Lompat ke konten

Transposisi

Pindahkan melodi dan progresi ke nada dasar baru tanpa mengubah hubungan nadanya.

14 menit baca

Akan lebih mudah jika kamu membaca: Interval, Akor Diatonis, Lingkaran Kuint

Transposisi memindahkan seluruh musik ke nada dasar baru dengan jarak yang sama. Nada absolut berubah, tetapi hubungan interval, ritme, bentuk melodi, dan fungsi akornya tetap.

Transposisi dipakai untuk menyesuaikan lagu dengan jangkauan suara, mencari bentuk akor yang lebih nyaman, memakai capo, atau memainkan lagu bersama alat musik lain.

Yang berubah dan yang tetap

Jika sebuah lagu dipindahkan dari C mayor ke D mayor, semua nada naik satu nada penuh atau dua semitone.

FungsiDi C mayorDi D mayor
TonikaCD
SupertonikaDE
MedianEF♯
SubdominanFG
DominanGA
SubmedianAB
Nada tuntunBC♯

Nama nadanya berubah, tetapi derajatnya tidak. Tonika tetap tonika, dominan tetap dominan, dan jarak tiap nada terhadap nada berikutnya tetap sama.

Tangga nada C

E
B
G
D
A
E

Tangga nada D

E
B
G
D
A
E

Cara pertama: pindahkan setiap nada

Tentukan jarak dari nada dasar lama ke nada dasar baru, lalu pindahkan setiap nada dengan jarak yang sama.

Melodi di C mayor:

C - D - E - G - E

Pindahkan naik dua semitone ke D mayor:

D - E - F♯ - A - F♯

Setiap pasangan mempertahankan jarak yang sama. C ke D naik satu nada penuh; D ke E juga naik satu nada penuh. E ke G adalah terts minor; F♯ ke A juga terts minor.

Cara ini cocok untuk melodi pendek dan bagian yang tidak jelas nada dasarnya. Untuk lagu utuh, menghitung fungsi biasanya lebih cepat.

Cara kedua: pertahankan derajat

Ubah nada dan akor menjadi derajat tangga nada, lalu bangun kembali derajat itu di nada dasar tujuan.

Progresi berikut berada di C mayor:

C - G - Am - F

Fungsinya:

I - V - vi - IV

Di D mayor, ambil derajat yang sama:

D - A - Bm - G

Akor D

E
B
G
D
A
E

Akor A

E
B
G
D
A
E

Angka Romawi memisahkan fungsi dari nama akor. Karena itu, satu pola dapat dipakai di 12 nada dasar tanpa menghafal 12 urutan terpisah.

Jenis akor harus tetap

Transposisi bukan sekadar mengganti huruf nada dasar. Jenis setiap akor ikut dipindahkan.

Jika C mayor dipindahkan naik dua semitone, hasilnya D mayor. Jika Am dipindahkan naik dua semitone, hasilnya Bm, bukan B mayor.

Hal yang sama berlaku pada simbol lengkap:

  • G7 naik dua semitone menjadi A7;
  • Cmaj7 naik dua semitone menjadi Dmaj7;
  • Bdim naik dua semitone menjadi C♯dim;
  • Dm7/F naik dua semitone menjadi Em7/G.

Nada dasar, kualitas akor, nada ketujuh, tambahan, dan nada bas semuanya harus ikut dipertahankan.

Transposisi dalam minor

Prosedurnya sama. Progresi A minor:

Am - F - C - G

Fungsinya:

i - VI - III - VII

Pindahkan naik tiga semitone ke C minor:

Cm - A♭ - E♭ - B♭

Jenis minor atau mayor setiap akor tidak berubah. Yang berubah hanya tinggi seluruh sistemnya.

Ejaan nada tetap penting

Satu bunyi dapat memiliki dua nama, tetapi ejaan hasil transposisi harus cocok dengan tangga nada baru.

Pindahkan C mayor naik satu semitone. Hasil praktisnya D♭ mayor:

D♭ - E♭ - F - G♭ - A♭ - B♭ - C

Secara bunyi, C♯ mayor setara. Namun C♯ mayor membutuhkan tujuh kres, sedangkan D♭ mayor hanya lima mol. Pilihan D♭ biasanya lebih mudah dibaca.

Jangan memindahkan nada hanya dengan memilih nama bunyi terdekat. Tulis setiap huruf derajat satu kali dan ikuti tanda mula nada dasar tujuan.

Menyesuaikan jangkauan penyanyi

Cari nada terendah dan tertinggi lagu, lalu bandingkan dengan jangkauan nyaman penyanyi.

Jika nada tertinggi lagu adalah G tetapi penyanyi hanya nyaman sampai F, turunkan seluruh lagu dua semitone. Nada tertinggi menjadi F dan semua nada lain ikut turun dua semitone.

Transposisi menggeser jangkauan, tetapi tidak mengecilkannya. Lagu dengan rentang satu oktaf tetap memiliki rentang satu oktaf setelah dipindahkan.

Pilih nada dasar berdasarkan bagian tersulit, bukan hanya nada pertama. Chorus sering memiliki nada tertinggi dan lebih menentukan daripada bait.

Capo memindahkan bunyi, bukan bentuk tangan

Capo menaikkan semua senar gitar. Setiap fret menaikkan bunyi satu semitone.

Mainkan bentuk berikut tanpa capo:

C - G - Am - F

Pasang capo di fret 2 dan mainkan bentuk yang sama. Bunyi sebenarnya menjadi:

D - A - Bm - G

Bentuk tangan masih C–G–Am–F, tetapi nada dasar bunyinya D mayor. Karena itu, dua nama perlu dibedakan:

  • bentuk yang dimainkan: C;
  • akor yang terdengar: D jika capo berada di fret 2.

Capo hanya menaikkan bunyi. Untuk menurunkan lagu, pilih bentuk akor yang lebih rendah atau pindahkan seluruh progresi tanpa mengandalkan capo.

Lingkaran kuint membantu memilih tujuan

Nada dasar yang bersebelahan pada lingkaran kuint hanya berbeda satu tanda mula. Memindahkan C ke G atau F biasanya menghasilkan perubahan ejaan yang ringan dan bentuk akor yang umum.

Namun lingkaran kuint bukan pengganti hitungan interval. Jika lagu harus turun tiga semitone agar cocok dengan suara, pindahkan tepat tiga semitone meskipun nada dasar tujuan tidak bersebelahan di lingkaran.

Klik untuk mendengar — cincin luar mayor, cincin dalam minor relatif

C mayor tidak punya tanda mula. Tiap langkah searah jarum jam menambah satu kres.

Transposisi bukan modulasi

Transposisi memindahkan seluruh lagu sebelum atau saat dimainkan. Pusat nada baru berlaku dari awal sampai akhir dan struktur lagunya tidak berubah.

Modulasi mengganti pusat nada di tengah lagu. Pendengar mendengar perjalanan dari satu rumah menuju rumah baru. Satu lagu dapat ditransposisikan ke nada dasar lain sambil tetap mempertahankan semua modulasinya.

Pemeriksaan cepat

Setelah memindahkan lagu, periksa empat hal:

  1. semua nada dan akor berpindah dengan jarak yang sama;
  2. kualitas setiap akor tetap;
  3. angka Romawi progresi tidak berubah;
  4. ejaan nada sesuai tanda mula tujuan.

Sebagai latihan, pindahkan G - D - Em - C ke A mayor. Ubah dulu menjadi I - V - vi - IV, lalu bangun kembali di A. Hasilnya:

A - E - F♯m - D

Sarankan perbaikan materi ini

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.