Lompat ke konten

Relasi Akor–Tangga Nada

Pilih tangga nada dari chord tones, fungsi akor, dan konteks progresi.

16 menit baca

Akan lebih mudah jika kamu membaca: Akor Diatonis, Modus

Chord–scale relationship menjawab pertanyaan: kumpulan nada apa yang dapat dipakai di atas sebuah akor dalam konteks tertentu? Jawabannya tidak berasal dari simbol akor saja.

ii–V–I di C mayor

Dm7 – G7 – Cmaj7

Tangga nada C

E
B
G
D
A
E

Mulai dari chord tones

Pada Cmaj7, nada C–E–G–B adalah fondasi. Tangga C mayor cocok jika akor itu berfungsi sebagai I di C mayor. Namun Cmaj7 juga dapat muncul sebagai IV di G mayor, sehingga F♯ dapat menjadi warna Lydian.

Satu simbol akor dapat menerima tangga berbeda karena fungsi dan akor di sekitarnya berbeda.

Urutan memilih tangga

  1. Tulis chord tones.
  2. Tentukan key atau tonal center.
  3. Cari fungsi akor dalam progresi.
  4. Tambahkan nada non-akor yang mendukung fungsi itu.
  5. Periksa nada yang harus dihindari atau diperlakukan sebagai passing tone.

Contoh ii–V–I di C mayor:

  • Dm7: D Dorian, nada yang sama dengan C mayor;
  • G7: G Mixolydian, atau G altered jika dominannya diberi warna altered;
  • Cmaj7: C Ionian atau C Lydian sesuai konteks.

Jangan ganti skala secara mekanis

Improvisasi tidak harus terdengar seperti tiga kotak terpisah. Pertahankan motif, targetkan terts atau septim saat akor berganti, dan gunakan nada tangga sebagai penghubung.

Chord tones menjelaskan kestabilan. Scale tones menyediakan jalur. Nada kromatis memberi pendekatan. Hierarki ini lebih berguna daripada menghafal satu nama skala untuk setiap akor.

Sarankan perbaikan materi ini

Cek pemahaman

Jawab tiga soal sebelum menandai materi selesai.

  1. 1.Pemilihan tangga nada ditentukan oleh…
  2. 2.Fondasi improvisasi di atas akor adalah…
  3. 3.Cmaj7 sebagai IV di G mayor dapat memakai warna…

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.