Modus
Dengarkan tujuh karakter berbeda dari kumpulan nada yang sama.
15 menit baca
Akan lebih mudah jika kamu membaca: Akor Diatonis
Mainkan tuts putih piano dari C ke C dan kamu mendapat C mayor. Mainkan nada yang sama dari D ke D dan hasilnya D Dorian. Kumpulan nadanya sama, tetapi nada yang terasa sebagai pusatnya berbeda.
Itulah modus: satu deret nada, tujuh titik pusat.
Tujuh modus
| Modus | Mulai dari derajat | Ciri |
|---|---|---|
| Ionian | 1 | Mayor itu sendiri |
| Dorian | 2 | Minor dengan derajat 6 naik |
| Phrygian | 3 | Minor dengan derajat 2 turun |
| Lydian | 4 | Mayor dengan derajat 4 naik |
| Mixolydian | 5 | Mayor dengan septim turun |
| Aeolian | 6 | Minor asli |
| Locrian | 7 | Kuintnya diminished |
Satu nada yang menentukan
Tiap modus paling mudah dikenali lewat satu nada yang membedakannya dari mayor atau minor biasa.
Dorian — minor, tapi derajat ke-6-nya naik. Terdengar murung tanpa terdengar sedih. Banyak dipakai di funk dan rock modal.
Tangga nada D
Mixolydian — mayor dengan septim minor. Cerah tapi tidak menuntut pulang. Bunyi blues-rock dan banyak musik rakyat.
Tangga nada G
Lydian — mayor dengan derajat ke-4 naik. Melayang, luas, sering dipakai di musik film.
Tangga nada F
Phrygian — minor dengan derajat ke-2 turun. Gelap, berwarna Spanyol.
Tangga nada E
Locrian — kuintnya diminished, jadi akor tonikanya sendiri tidak stabil. Hampir tidak pernah dipakai sebagai pusat lagu.
Cerah ke gelap
Ada cara lain menyusun ketujuhnya yang lebih berguna daripada urutan derajat: urutkan dari paling cerah ke paling gelap.
Lydian, Ionian, Mixolydian, Dorian, Aeolian, Phrygian, Locrian.
Tiap langkah menurunkan tepat satu nada dibanding modus sebelumnya. Lydian punya derajat ke-4 naik; turunkan, dapat Ionian. Turunkan septimnya, dapat Mixolydian. Turunkan tertsnya, dapat Dorian. Dan seterusnya sampai Locrian yang kehilangan hampir semuanya.
Susunan ini menjelaskan kenapa Dorian terasa "minor yang tidak terlalu sedih" — ia hanya satu langkah lebih gelap dari Mixolydian yang mayor, dan satu langkah lebih cerah dari minor asli.
Yang sering salah dipahami
Memainkan nada D dorian di atas progresi C mayor tidak menghasilkan dorian — hasilnya tetap C mayor, karena harmoninya yang menentukan pusat.
Modus butuh dukungan. Dua hal yang menegakkannya:
Bas yang bersandar di nada dasar modus. Tanpa D di bawah, tidak ada alasan telinga menganggap D sebagai rumah.
Progresi yang menghindari akor dominan nada dasar lama. Begitu G7 terdengar menuju C, seluruh usaha membangun D sebagai pusat runtuh dalam satu akor.
Dorian hidup ketika Dm dan G berputar tanpa pernah menyentuh C sebagai tujuan. Perhatikan keduanya diatonis di C mayor — yang membuatnya dorian bukan akornya, melainkan akor mana yang sengaja tidak pernah muncul.
Modus adalah soal konteks, bukan soal urutan jari.
Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.
Komentar
Masuk untuk membaca dan menulis komentar.