Lompat ke konten

Tensi dan Voicing

Kenali nada ke-9, 11, 13, dan cara menyusun voicing yang tetap nyaman dimainkan.

15 menit baca

Akan lebih mudah jika kamu membaca: Akor Septim

Susunan terts bisa diteruskan setelah nada ketujuh. Nada berikutnya disebut ke-9, ke-11, dan ke-13. Ketiganya dikenal sebagai nada tensi dan dipakai untuk menambah warna pada akor.

Nada tensi

Nada ke-9 sama dengan derajat ke-2, satu oktaf naik. Ke-11 sama dengan ke-4. Ke-13 sama dengan ke-6. Penomoran di atas tujuh dipakai untuk menandakan nada itu duduk di atas septim, bukan menggantikan sesuatu.

Tensi tidak mengubah jenis akor. Cmaj9 tetap akor mayor — cuma lebih berwarna.

Akor Cmaj7

E
B
G
D
A
E

Satu tensi mengubah suasana tanpa mengubah fungsi. Itu sebabnya nada tensi dipakai untuk mewarnai, bukan untuk membelokkan arah progresi.

Nada yang harus dihindari

Tidak semua tensi cocok di semua akor. Aturannya sederhana: sebuah tensi terdengar keruh bila berjarak satu semitone di atas nada akor.

Di Cmaj7, nada ke-11 adalah F. Terts akornya E. F duduk persis satu semitone di atas E — dan memang terdengar bentrok, seperti dua orang bicara bersamaan.

Di Dm7, nada ke-11 adalah G, terts-nya F. Jaraknya satu nada penuh, dan bunyinya bersih.

Aturan yang sama menjelaskan kenapa ♯11 ada. Menaikkan F jadi F♯ di atas Cmaj7 memindahkannya menjauh dari E, dan akor yang tadinya keruh berubah jadi melayang — bunyi lydian yang khas musik film.

Perhatikan bahwa yang berubah cuma satu semitone, sama seperti di hampir setiap materi sebelum ini.

Voicing

Akor dengan tensi bisa memuat enam nada. Gitar punya enam senar dan empat jari. Sesuatu harus dibuang.

Yang boleh dibuang lebih dulu:

Nada dasar — pemain bas sudah membunyikannya. Dalam band, nada dasar di gitar justru sering mengeruhkan.

Kuint — hampir tidak membawa informasi. Ia ada di akor mayor, minor, dan dominan dengan bentuk yang sama, jadi menghilangkannya tidak menghapus apa pun yang membedakan. Kecuali kuintnya diubah — ♭5 atau ♯5 — karena perubahan itu justru isinya.

Yang tidak boleh dibuang:

Terts — penentu mayor atau minor.

Septim — penentu jenis akor septimnya.

Terts dan septim bersama disebut nada penuntun. Dua nada ini saja sudah cukup untuk menyatakan sebuah akor dengan jelas — pianis jazz sering benar-benar hanya memainkan keduanya di tangan kiri.

Akor Dm7

E
B
G
D
A
E

Gerak suara

Voicing yang baik dinilai dari perpindahannya, bukan dari bentuknya sendiri.

Lihat apa yang terjadi saat Dm7 menuju G7. Keduanya berbagi dua nada: F dan C. Biarkan keduanya bertahan di tempat. Yang tersisa cuma perlu bergeser sedikit — dan dua nada yang bergerak itu persis terts dan septim yang bertukar peran: septim Dm7 menjadi terts G7.

Pertukaran itu terjadi di tiap ii-V-I, dan itulah yang membuat progresi tersebut terdengar seperti mengalir sendiri, bukan seperti tiga akor yang ditempelkan.

Klik fret untuk mendengar nadanya

E
B
G
D
A
E

Inilah sebabnya pemain jazz jarang memakai bentuk akor terbuka. Bukan karena ingin terdengar rumit — tapi karena voicing ringkas tiga-empat nada memungkinkan tiap suara bergerak sedikit, dan gerakan yang sedikit itulah yang terdengar halus.

Halaman pencarian akor menampilkan banyak bentuk untuk satu simbol. Pilih dua akor berurutan, lalu cari pasangan bentuk yang jarinya paling sedikit berpindah. Itu latihan gerak suara yang paling langsung.

Sarankan perbaikan materi ini

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.