Lompat ke konten

Konsonansi dan Disonansi

Dengarkan bagaimana interval stabil dan tegang membentuk arah musik.

10 menit baca

Akan lebih mudah jika kamu membaca: Interval

Konsonansi memberi rasa relatif stabil. Disonansi memberi rasa tegang atau belum selesai. Keduanya bukan label bagus dan buruk; musik membutuhkan keduanya untuk bergerak.

Interval dari C4

Hubungan, bukan daftar mutlak

Unison, oktaf, kuint murni, serta terts mayor dan minor sering terdengar konsonan dalam musik tonal. Sekund, septim, dan tritone sering terdengar lebih disonan. Namun konteks menentukan hasilnya.

Nada F di atas akor C mayor dapat terasa tegang karena bergesekan dengan E. Nada yang sama menjadi stabil saat akor berubah menjadi F mayor. Jadi satu nada tidak memiliki tingkat ketegangan tetap di semua situasi.

Disonansi perlu arah

Tegangan paling mudah dipahami ketika bergerak menuju kestabilan:

  • B naik ke C sebagai leading tone;
  • F turun ke E di atas akor G7 menuju C;
  • suspensi menahan nada lama lalu turun ke nada akor;
  • passing tone menghubungkan dua nada stabil dengan langkah kecil.

Latihan mendengar

Mainkan C dan G, lalu C dan F♯. Dengarkan perbedaan kestabilannya. Setelah itu mainkan G7 menuju C. Tritone B–F yang tegang memperoleh makna karena B bergerak ke C dan F ke E.

Tujuan harmoni bukan menghindari disonansi, melainkan mengendalikan kapan ketegangan muncul, berapa lama bertahan, dan ke mana ia diselesaikan.

Sarankan perbaikan materi ini

Cek pemahaman

Jawab tiga soal sebelum menandai materi selesai.

  1. 1.Disonansi sebaiknya dipahami sebagai…
  2. 2.Mengapa F di atas C mayor dapat terasa tegang?
  3. 3.Gerak leading tone B dalam C mayor biasanya menuju…

Masuk untuk menandai materi ini sebagai selesai.

Komentar

Masuk untuk membaca dan menulis komentar.